Kalau Pacar Akhirnya Melamar, I Do atau Do I?

Will you marry me? Ah… Ini adalah kalimat idaman semua orang yang sudah menjalin hubungan cinta. Siapa yang tidak ingin menghabiskan hidup bersama orang yang dicintai dan mencintai Anda?

Pernikahan adalah satu jenjang lebih serius dibandingkan pacaran. Tentu, berbeda dengan pacaran, Anda dan pasangan akan menapaki pengikatan janji untuk sehidup semati dalam suka dan duka. Karenanya, pernikahan memang membutuhkan banyak sekali persiapan yang matang, dari sisi apapun, budget, mental hingga keyakinan.

Benarkah Anda sudah yakin akan menikah? Benarkah Anda akan memulainya sekarang juga dengan pacar Anda? Pertimbangkan beberapa hal berikut ini sebelum Anda menerima lamaran pacar Anda.

– Motivasi Menikah

Tanyakan pacar Anda, apakah langkah yang kalian Anda ambil tidak terlalu terburu-buru? Apakah motivasi sehingga pacar memberanikan diri untuk mengajak Anda hidup berdua dalam suka dan duka? Bicarakan hal ini dengan hati dan pikiran yang dingin (logis)

– Siapkan Mental dan Fisik

Menikah bukan permainan atau sepele. Ketika Anda memutuskan untuk menikah, pastikan Anda dan pacar mempersiapkan semuanya dengan baik dan serius. Fisik seperti budget, pemikiran akan dibawa ke mana selanjutnya, hingga mental seperti restu dari orang tua dan juga kesiapan batin sendiri.

– Restu

Tentu, untuk menikah Anda harus mendapatkan restu dari orang tua masing-masing. Obrolkan rencana Anda dan pacar bahwa Anda ingin membawa hubungan ini ke jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan. Pernikahan tidak hanya menyatukan dua kepala, dua insan dan dua hati namun juga dua keluarga besar. Perhatikan hal ini.

Kalau pada akhirnya Anda merasa tidak siap untuk menikah, tidak perlu khawatir. Anda bisa membicarakannya pada pasangan. Ungkapkan mengapa Anda belum ingin menikah sekarang, dengan begitu pernikahan pun tidak akan terlaksana karena unsur paksaan. Biarkan cinta menyatukan kalian, biarkan hati yang berbicara. Pacar Anda akan mengerti. Lebih baik menunda daripada terburu-buru bukan?